Pola tidur yang tidak teratur tak hanya meningkatkan risiko penyakit kronis, tetapi juga mempengaruhi kesuburan. Perempuan yang sering bergadang misalnya, cenderung lebih susah punya anak dibandingkan jika pola tidurnya selalu teratur. Ada pula mitos membuat muka jerawat sehingga banyak wanita begadang yang melakukan perawatan muka.

Dugaan ini didasarkan pada teori yang mengatakan bahwa makhluk hidup, khususnya mamalia dan tumbuhan punya jam biologis yang di sebut siklus sirkardian. Siklus ini mengatur berbagai fungsi organ di dalam tubuh, termasuk diantaranya sistem reproduksi.

Ketika seseorang sering jarang tidur, siklus ini mengalami gangguan. Salah satu dampak yang bisa di amati pada wanita adalah siklus menstruasi yang menjadi tidak teratur, yang berarti juga mempengaruhi masa suburnya. Untuk mencegah hal itu terjadi, kurangilah begadang dan santap makanan yang bernutrisi serta multi vitamin dari bahan-bahan tanaman seperti spirulina.

Untuk membuktikan teori ini, para peneliti dari Northwestern University lantas melakukan sebuah eksperimen pada tikus betina. Setelah di buahi para pejantan, 18 ekor tikus di tempatkan dalam kandang yang lampunya selalu menyala dan 18 lainnya di kandang yang gelap.

Dalam beberapa hari berikutnya, hanya 50 persen tikus dari kelompok pertama yang melahirkan anak tikus sementara pada kelompok kedua malah cuma 20 persen. Perbedaannya tampak cukup mencolok di bandingkan kelompok kontrol, yang angka kelahirannya mencapai 90 persen.

“Saya pikir ide yang sangat menarik dalam penelitian ini adalah bahwa jam biologis pada indung telur memegang peran penting dalam proses terjadinya kehamilan,” kata Keith Summa yang memimpin penelitian ini, seperti dikutip dari Dailymail

Meski demikian tidak semua ahli setuju dengan hasil penelitian ini, termasuk Dr Neil Goodman, seorang pakar endokrinologi dari Boston. Meski terbukti pada tikus, ia meragukan hal yang sama berlaku pada manusia karena menurutnya hewan uji yang paling memiliki kemiripan sistem reproduksi dengan manusia bukanlah tikus tetapi kera.

Hubungan antara pola tidur dengan sistem reproduksi khususnya pada perempuan sebenarnya sudah pernah di teliti sebelumnya. Salah satunya membuktikan bahwa para perawat yang sering masuk malam cenderung memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur.

Baca juga artikel lainnya di :