Sejak dirilis pertama kali pada 2007, Honda Revo sudah diproyeksikan menjadi merajai segmen bebek low end. Revo adalah generasi penerus dari motor bebek Honda legendaris bermesin 100 cc atau biasa diberi kode C100.

Honda Revo melanjutkan kesuksesan generasi pendahulunya yang sukses memenuhi kebutuhan masyarakat di segmen bebek, seperti Honda Astrea, Honda Grand, Impressa, Legenda, dan juga Supra. Honda Revo tetap mampu merebut hati masyarakat Indonesia dengan desainnya yang atraktif, mesinnya yang tangguh dan hemat bahan bakar.

Honda Revo generasi pertama muncul dengan dengan desain tajam di bagian depan dan belakang. Di tahun pertamanya, Honda Revo langsung menggebrak dan memimpin pasar dengan angka penjualan sebanyak 561.452 unit. Angka itu terus membesar dengan raihan pangsa pasar yang terus melebar dengan para pesaingnya di segmen bebek low end. Honda Revo bermesin 100 CC terus merajai hingga pertengahan 2009.

Setelah itu, PT Astra Honda Motor (AHM) memutuskan untuk mengganti 100 cc Honda Revo dengan mesin baru 110 cc yang lebih powerfull tapi tetap hemat bahan bakar. Honda Revo pun berganti nama menjadi Honda Absolute Revo.

Honda Absolute Revo kini menggunakan EFT (Efficient & Low Friction Technology) engine yang sudah dites kehandalannya di berbagai kesempatan. Dalam Ekspedisi Nusantara Honda Absolute revo 2012, mesin ini berhasil menorehkan rekor MURI baru yaitu Mesin Tertangguh yang mampu menyala 341 jam nonstop. Uji ketangguhan ini dilanjutkan untuk menuntaskan touring terjauh dengan jarak lebih dari 6.000 km dari Medan-Menado.

Pertama kali nongol, Honda Absolute Revo sudah terkonsep dengan baik. Motor Honda ini punya tagline awal Smart Styling, Smart Performance, & Smart Convenience. Ini berarti bahwa AHM sudah memposisikan Absolute Revo sebagai motor yang tangguh, harganya terjangkau, dan yang pasti tidak ketinggalan secara perwajahan.

Kini, Honda Absolute Revo semakin merajai segmen bebek low end. Raihan market share berkisar antara 50%-60 % hingga Tahun 2010. Namun, di titik inilah era motor bebek mulai meredup. Banyaknya varian motor matik dan anggapan masyarakat soal kepraktisannya di tipikal jalan kota besar membuat penjualan motor bebek terus tergerus.

Penjualan Honda Absolute Revo pun sempat turun menjadi 764.662 unit pada tahun setelah sempat mencatat angka penjualan tertingginya pada tahun 2010 dengan angka penjualan 1.061.489 unit. Meski turun, tapi Honda Absolute Revo masih belum turun tahta sebagai raja di kelas bebek low end karena memang motor ini tumbuh di tengah situasi di mana model motor matik sedang sangat digandrungi masyarakat.

”Tren penjualan motor bebek memang turun, tapi permintaan motor bebek masih besar. Dan Honda Absolute Revo masih menjadi yang terfavorit dengan menguasai separuh lebih segmen bebek low end di Indonesia,” ujar Ahmad Muhibbuddin, Public Relation Manager AHM.

Posisi Honda Absolute Revo sebagai raja bebek low end semakin tak terbantahkan dengan banyaknya pernghargaan yang diraihnya. Mulai dari Top Brand Award pada 2010 dan 2011, Otomotif Award di tahun yang sama, hingga Motor Plus Award pada 2008 dan 2010. Honda Absolute Revo, Jagoanku, Pasti!